Blog Sekolah Membahas Seluruh Pelajaran
Sunday, December 8, 2019
Tuesday, January 6, 2015
Liburan Pada Desember 2014 ke Bali
Pada tanggal 19 desember 2014 aku dan keluarga pergi ke Bali bersama keluarga Mama dan Papa kami pergi ke Bali dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia jenis Jet perjalanan untuk menempuh Bali 2 jam dari Palembang setelah sampai di Bali kami telah memesan satu tour untuk keluarga kami. Kami langsung diajak untuk menyantap makan siang di GWK (Garuda Wisnu Kencana) perbedaan jam di Bali dengan palembang 1 jam saat di GWK saya langsung melihat banyak yang main balanced x2 double wheel smart electric chariot scooter yang disewakan 50.000 Rp/15 menit pertama ak takut tetapi ak penasaran sehingga ak mencobanya ternyata mengendarainya sangatlah mudah setelah dari GWK kami pergi ke pura uluwatu yang merupakan peninggalan Danghyang Nirartha setelah dari Pura Uluwatu kami diajak ke Pandawa Beach disana saya berfoto setelah dari Pandawa Beach kami diantar untuk makan malam di Jimbaran tempat makan yang makan di pantai. View disana sangatlah bagus dan di dekat jimbaran kejadian pengemboman oleh terrorist di Jimbaran sangatlah ramai karena Jimbaran terkenal dengan masakan seafoodnya. Setelah makan malam kami diantar ke Hotel kami menginap di Hotel Adhi Jaya di Daerah Pantai Kuta.
Hari selanjutnya kami Breakfast di Hotel setelah breakfast kami diajak untuk pergi ke Tanjong Benoa untuk melihat Pulau Penyu penyu disana sangatlah besar saya memengan kura-kura dan penyu disana penyu dan kura-kura disana sangat berat setelah ke tanjong benoa kami bersafari di Bali Safari disana kami mengenal banyak hewan setelah bali safari kami menyantap makan siang setelah menyantap makan siang kami pergi ke Desa Batubulan.setelah desa bulan kami pergi ke perkebunan kopi. Setelah dari perkebunan kopi kami diantar untuk makan malam di salah satu restaurant chinese food yang ada di dekat hotel kami. Kami langsung diajak pulang ke hotel untuk beristirahat.
Hari selanjutnya hari terakhir untuk berwisata di bali kami pergi ke kintamani disana sangatlah dingin karena naik gunung setelah di sana kami langsung menyantap makan siang karena perjalanan menempuh 3 jam setelah dari kintamani kami pergi ke Bedugul yang terkenal dengan Danau Bratan setelah dari Bedugul kami ke joger tetapi di Joger sangat ramai sehingga tidak dapat membeli baju Joger.setelah dari joger kami pergi ke Alas Kedaton atau tempat Kera-Kera ramah dan jinak tetapi senang mengambil barang pengunjung untuk dirusak seperti kacamata,handphone,antingan,kalung,Dll setelah dari Alas Kedaton kami pergi ke Tanah lot yang dikenal sangat indah ada ular suci yang tinggal di goa.
Hari selanjutnya kami Breakfast di Hotel setelah Breakfast kami pergi ke Bandara memerlukan waktu 10 menit untuk menempuh jarak menuju Bandara sesampai di bandara kami menunggu hingga 13:00 dan setelah itu kami pulang dengan menggunakan pesawat yang sama yaitu Garuda Indonesia tipe Jet.
Sunday, December 7, 2014
Hipotesa masuknya agama hindu buddha
Hipotesis masuk dan berkembangnya agama dan kebuadayaan Hindu Buddha di Indonesia. Hipotesa ini terbagi menjadi :
1. Hipotesis Waisya
Hipotesis Waisya dikemukakan oleh NJ Krom dibawa oleh para pedagang yang datang untuk menetap dan menikah dengan orang Indonesia
2. Hipotesis Ksatria
a. CC. Berg menyatakan bahwa golongan yang turut menyebarkan kebudayaan Hindu Buddha ialah para petualang yang sebagian besar dari golongan Ksatria. Para Ksatria tersebut ada yang terlibat langsung konflik perebutan kekuasaan di Indonesia.
b. Mookerji menyatakan bahwa para Ksatria ini membangun koloni-koloni yang kemudian berkembang menjadi sebuah krajaan.
c. JL Moens tentang masuknya agama Hindu menyatakan bahwa masuknya agama Hindu ke Indonesia dibawa oleh para prajurit disebabkan karena adanya kekacauan politik dan peperangan di India abad ke-4 dan 5 Masehi.Teori penaklukan diekmukakan oleh FDK Bosch.
3. Hipotesis Brahmana
Hipotesis Brahamana dikemukakan oleh JC. Van Leur tentang masuknya pengaruh Hindu Budha di Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana yang mendapat undangan kepala suku yang tertarik dengan agama Hindu.
4. Hipotesa Arus Balik
Hipotesis Arus Balik merupakan kritik terhadap ketiga teori kolonisasi tersebut (Waisya, Ksatria, Brahmana) tentang masuknya agama dan kebudayaan Hindu dilakukan oleh bangsa Indonesia yang belajar ke India dan kembali ke Indonesia mengajarkan agama Hindu.
a. CC. Berg menyatakan bahwa golongan yang turut menyebarkan kebudayaan Hindu Buddha ialah para petualang yang sebagian besar dari golongan Ksatria. Para Ksatria tersebut ada yang terlibat langsung konflik perebutan kekuasaan di Indonesia.
b. Mookerji menyatakan bahwa para Ksatria ini membangun koloni-koloni yang kemudian berkembang menjadi sebuah krajaan.
c. JL Moens tentang masuknya agama Hindu menyatakan bahwa masuknya agama Hindu ke Indonesia dibawa oleh para prajurit disebabkan karena adanya kekacauan politik dan peperangan di India abad ke-4 dan 5 Masehi.Teori penaklukan diekmukakan oleh FDK Bosch.
3. Hipotesis Brahmana
Hipotesis Brahamana dikemukakan oleh JC. Van Leur tentang masuknya pengaruh Hindu Budha di Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana yang mendapat undangan kepala suku yang tertarik dengan agama Hindu.
4. Hipotesa Arus Balik
Hipotesis Arus Balik merupakan kritik terhadap ketiga teori kolonisasi tersebut (Waisya, Ksatria, Brahmana) tentang masuknya agama dan kebudayaan Hindu dilakukan oleh bangsa Indonesia yang belajar ke India dan kembali ke Indonesia mengajarkan agama Hindu.
Pada dasarnya keempat teori tersebut memiliki kelemahan yaitu karena golongan ksatria dan waisya tidak mengusai bahasa Sansekerta. Sedangkan bahasa Sansekerta adalah bahasa sastra tertinggi yang dipakai dalam kitab suci Weda. Dan golongan Brahmana walaupun menguasai bahasa Sansekerta tetapi menurut kepercayaan Hindu kolot tidak boleh menyeberangi laut.
Disamping pendapat / hipotesa tersebut di atas, terdapat pendapat yang lebih menekankan pada peranan Bangsa Indonesia sendiri, untuk lebih jelasnya simak uraian berikut ini.
Hipotesis Arus Balik dikemukakan oleh FD. K. Bosh. Hipotesis ini menekankan peranan bangsa Indonesia dalam proses penyebaran kebudayaan Hindu dan Budha di Indonesia. Menurutnya penyebaran budaya India di Indonesia dilakukan oleh para cendikiawan atau golongan terdidik. Golongan ini dalam penyebaran budayanya melakukan proses penyebaran yang terjadi dalam dua tahap yaitu sebagai berikut:
Disamping pendapat / hipotesa tersebut di atas, terdapat pendapat yang lebih menekankan pada peranan Bangsa Indonesia sendiri, untuk lebih jelasnya simak uraian berikut ini.
Hipotesis Arus Balik dikemukakan oleh FD. K. Bosh. Hipotesis ini menekankan peranan bangsa Indonesia dalam proses penyebaran kebudayaan Hindu dan Budha di Indonesia. Menurutnya penyebaran budaya India di Indonesia dilakukan oleh para cendikiawan atau golongan terdidik. Golongan ini dalam penyebaran budayanya melakukan proses penyebaran yang terjadi dalam dua tahap yaitu sebagai berikut:
1. Proses penyebaran di lakukan oleh golongan pendeta Budha atau para biksu, yang menyebarkan agama Budha ke Asia termasuk Indonesia melalui jalur dagang, sehingga di Indonesia terbentuk masyarakat Sangha, dan selanjutnya orang-orang Indonesia yang sudah menjadi biksu, berusaha belajar agama Budha di India. Sekembalinya dari India mereka membawa kitab suci, bahasa sansekerta, kemampuan menulis serta kesan-kesan mengenai kebudayaan India. Dengan demikian peran aktif penyebaran budaya India, tidak hanya orang India tetapi juga orang-orang Indonesia yaitu para biksu Indonesia tersebut. Hal ini dibuktikan melalui karya seni Indonesia yang sudah mendapat pengaruh India masih menunjukan ciri-ciri Indonesia.
2. Proses penyebaran kedua dilakukan oleh golongan Brahmana terutama aliran Saiva-siddharta. Menurut aliran ini seseorang yang dicalonkan untuk menduduki golongan Brahmana harus mempelajari kitab agama Hindu bertahun-tahun sampai dapat ditasbihkan menjadi Brahmana. Setelah ditasbihkan, ia dianggap telah disucikan oleh Siva dan dapat melakukan upacara Vratyastome / penyucian diri untuk menghindukan seseorang.
2. Proses penyebaran kedua dilakukan oleh golongan Brahmana terutama aliran Saiva-siddharta. Menurut aliran ini seseorang yang dicalonkan untuk menduduki golongan Brahmana harus mempelajari kitab agama Hindu bertahun-tahun sampai dapat ditasbihkan menjadi Brahmana. Setelah ditasbihkan, ia dianggap telah disucikan oleh Siva dan dapat melakukan upacara Vratyastome / penyucian diri untuk menghindukan seseorang.
Jadi hubungan dagang telah menyebabkan terjadinya proses masuknya penganut Hindu - Budha ke Indonesia. Beberapa hipotesis di atas menunjukan bahwa masuknya pengaruh Hindu - Budha merupakan satu proses tersendiri yang terpisah namun tetap di dukung oleh proses perdagangan.
Untuk agama Budha diduga adanya misi penyiar agama Budha yang disebut dengan Dharmaduta, dan diperkirakan abad 2 Masehi agama Budha masuk ke Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan arca Budha yang terbuat dari perunggu diberbagai daerah di Indonesia antara lain Sempaga (Sulawesi Selatan), Jember (Jatim), Bukit Siguntang (Sumatera Selatan). Dilihat ciri-cirinya, arca tersebut berasal dari langgam Amarawati (India Selatan) dari abad 2 - 5 Masehi. Dan di samping itu juga ditemukan arca perunggu berlanggam Gandhara (India Utara) di Kota Bangun, Kutai (KalimantanTimur).
Monday, November 3, 2014
Teks Eksposisi Tumbuhan Kembang Sepatu dan Kupu-Kupu
Bunga ini besar,tidak berbau dan bewarna merah akan tetapi tumbuhan ini sangat indah bunga ini juga memiliki nektar yang sangat manis oleh karena itu banyak kupu – kupu yang hinggap di bunga ini. Seperti kupu – kupu cantik yang bewarna hitam ini.
Kembang sepatu dan kupu – kupu merupakan contoh simbiosis mutualisme karena kupu – kupu dapat menghisap nektar pada kembang sepatu dan kembang sepatu dapat melakukan penyerbukan akibat ada nya kupu – kupu yang hinggap. Kupu – kupu dapat membantu kembang sepatu dalam penyerbukan karena saat hinggap di bunga ini kupu – kupu menjatuh kan serbuk sari ke kepala putik oleh karena itu terjadi lah penyerbukan.
Subscribe to:
Posts (Atom)






Pura di Tanah Lot
